Empfehlungen basierend auf "Toko buku kucing hitam"

Based on your reading history, we think you will also enjoy the following books.

von Takeru Hokazono

Chihiro's cursed past sends him down a quest of bloody vengeance!Chihiro Rokuhira’s father, Kunishige, is the most famous swordsmith in the land. Thanks to his six enchanted blades, the war that has been gripping the nation ends, and peaceful days follow. After the war, he retrieves all six blades and hides them in the cellar of his workshop—but sorcerers raid his home and leave Kunishige dead in front of Chihiro. Many years later, Chihiro wields Kunishige’s seventh and final enchanted blade on a mission to retrieve the stolen swords!The strongest enchanted blade, known as the Shinuchi, is up for sale at a black market. Chihiro’s determined to steal the Shinuchi back, but standing in his way are skilled sorcerers devoted to safeguarding the auction. Can Chihiro slash his way through and reclaim the fabled katana?

von Miyuki Mitsubachi

Yuki und Sho sind im Sommercamp von morgens bis abends zusammen. Mal ein heimlicher Moment auf dem Balkon, dann wieder ein ungeplantes Zusammentreffen im Bad. Die beiden schaffen es ganz gut, ihre Beziehung geheim zu halten. Doch dann sagt Sho vor allen anderen etwas, dass die ganzen Anstrengungen zunichte machen könnte … Jetzt mit einer exklusiven Postkarte in der ersten Auflage!

von Jack Kerley

Eine Frau wird in einem Teich ertränkt, ein Pfarrer qualvoll vergiftet, ein LKW-Fahrer unter seinem Truck zermalmt. Detective Carson Ryder jagt einen Serienmörder, dessen bizarre Mordlust keine Grenzen kennt. Er sieht nur einen Ausweg und bittet heimlich seinen psychopathischen Bruder Jeremy, ein Profil des Mörders zu erstellen. Doch als dieser ihm den entscheidenden Tipp gibt, ist es scheinbar zu spät Carson wird selbst zum Gejagten.

von Helena Wecker

Chava: Golem, Terbuat Dari Tanah Liat, Dihidupkan Oleh Rabi Yang Terlibat Ilmu Sihir Hitam. Ketika Majikan Chava, Sang Suami Yang Memesan Pembuatan Dirinya, Tewas Dalam Perjalanan Laut Dari Polandia, Sang Golem Pun Bagai Layang-layang Putus Ketika Tiba Di New York Pada Tahun 1899. Ahmad: Jin, Terbuat Dari Api, Lahir Di Padang Pasir Suriah. Ia Dijebak Penyihir Beduin Sehingga Terkurung Dalam Guci Tembaga Berabad-abad Lamanya,sampai Tak Sengaja Dibebaskan Di Lower Manhattan. Meskipun Tidak Lagi Terpenjara, Ahmad Tak Sepenuhnya Bebas––gelang Besi Mengikatnya Ke Dunia Fisik. Kedua Makhluk Ini, Dengan Kisah Masing-masing Yang Tak Terlupakan, Membentuk Jalinan Persahabatan––sampai Pada Suatu Malam, Insiden Mengerikan Membuat Mereka Terpaksa Kembali Ke Dunia Masing-masing. Namun, Ancaman Dahsyat Akan Menyatukan Chava Dan Ahmad Kembali, Menantang Keberadaan Mereka Dan Memaksa Mereka Untuk Mengambil Keputusan Luar Biasa.

von Margaret George

Mit siebzehn liegt ihr die Welt zu Füßen: Maria Stuart, Königin von Schottland durch Geburt; Königin von Frankreich durch ihre Ehe mit dem französischen Dauphin; und Königin von England ═ zumindest nach katholischer Auffassung, welche die Abkunft Elisabeths, der Tochter Heinrichs VIII., als illegitim ansieht. Ein Jahr später sind ihre Träume zerplatzt wie eine Seifenblase. Ihr Gatte, der kränkliche Franz II., ist tot. Elisabeth I., ihre große Rivalin, hält den Thron Englands mit diplomatischem Geschick und wachsender Anerkennung. Und so geht Maria, Königin der Schotten, zurück in das neblige, barbarische Land, das sie als Kind verlassen hatte. Und dessen Volk sich inzwischen zu einem anderen Glauben bekehrt hat. Eine katholische Königin in einem protestantischen Land, das im Innern von alten Fehden zerrissen und von außen durch den stets präsenten englischen Feind belauert wird ═ wem kann sie vertrauen? Der erste Mann, den sie zu lieben glaubt, erweist sich als Schwächling; der zweite als Mörder. Als dann das Volk sich gegen sie empört, zwingen die Adligen sie, zugunsten ihres Sohnes abzudanken und zu fliehen. Ihre jahrelange Gefangenschaft in England und ihr Tod durch das Beil des Henkers ═ das alles ist Geschichte.

von Yoshihiro Togashi

Kalau tak ada pintu keluar, kita bikin saja! Gon dan Killua menghancurkan dinding dan berhasil kabur dari markas laba-laba. Sementara itu, Kurapika bergabung dalam tim pembunuh yang disewa 10 Don untuk mengejar laba-laba. Tapi, sang ketua akhirnya mulai bergerak dan membuka tirai panggung balas dendam!

von Emi Ishikawa

Selamat datang, di kelas yang mengerikan! Sekali kalian menginjakkan kaki, kalian takkan bisa kembali lagi. Kalian... sudah berada di dalam kelas ini.

von Yoichi Takahashi

Duel pertama Tsubasa dan Wakabayashi yang berlangsung sengit sampai 1 jam berakhir dengan kedudukan imbang. Setelah itu, menjelang kejuaraan nasional, di kota Nankatsu dibentuk tim seleksi, Tsubasa, Misaki, Wakabayashi dan teman-teman terpilih dalam seleksi ini untuk menghadapi babak penyisihan tingkat perfektur.

von Eká Kurniawan

BOOK OF THE YEAR IKAPI 2015 DITERJEMAHKAN KE BAHASA INGGRIS, PRANCIS, ITALIA, JERMAN DAN KOREA Pada lanskap yang sureal, Margio adalah bocah yang menggiring babi ke dalam perangkap. Namun di sore ketika seharusnya rehat menanti musim perburuan, ia terperosok dalam tragedi pembunuhan paling brutal. Di balik motif-motif yang berhamburan, antara cinta dan pengkhianatan, rasa takut dan berahi, bunga dan darah, ia menyangkal dengan tandas. “Bukan aku yang melakukannya,” ia berkata dan melanjutkan, “Ada harimau di dalam tubuhku.” “Eka menyajikan perkembangan menarik, dan akan kian kuat jika ia berhasil melebur habis pengaruh para pengilham besar. Lelaki Harimau ini lebih licin dari Cantik Itu Luka.” — Nirwan Ahmad Arsuka “Deskripsi perkembangan psikologis para tokoh Lelaki Harimau membuat kita menyadari betapa nilai-nilai moral yang diajarkan dalam kehidupan sehari-hari ternyata terlalu sederhana, tak memadai untuk menilai kehidupan manusia yang penuh likuliku.” — Katrin Bandel, Kompas “Brilliant, tight-knit and frightening village tragedy.” — Benedict Anderson, New Left Review “Tight, focused and thrilling. Like a good crime novel, Man Tiger (Lelaki Harimau) works best when read in a single sitting, and its propulsive suspense is all the more remarkable because Kurniawan reveals both victim and murderer in the first sentence.” — Jon Fasman, The New York Times “Refreshingly, Kurniawan puts value on literature as entertainment, and his books are certainly that.” — Deborah Smith, The Guardian